Ritual Kaago-Ago Dan Folu Net Sink 2030 Dalam Pengelolaan Lahan Gambut Yang Berkelanjutan Di Desa Marobo Kecamatan Marobo Kabupaten Muna

  • Syahrun
  • Hasni Hasan
  • La Ode Wahidin
  • Muh. Husriadi
  • Salebaran
Keywords: Ritual, Kaago-ago, Lahan, Gambut

Abstract

Ritual kaago-ago merupakan ritual musim tanam yang dilakukan oleh petani pada
masyarakat Muna. Desa Marobo sebagai salah satu desa yang masih melaksanakan ritual
kaago-ago. Ritual ini masuk dalam kategori warisan tak benda yang masih eksis hingga
sekarang. Pelaksanaan ritual kaago-ago yang dimaksudkan ketika memasuki musim tanam
agar tanaman dapat tumbuh dengan baik hingga panen. Salah satu nilai kehidupan yang
terkandung dalam kaago-ago adalah aspek ekologis. Adapun aspek ekologis dalam
keberlanjutan lingkungan dan hubungan timbal balik. Hubungan ritual kaago-ago dan strategi
yang dilakukan menuju Indonesia FOLU Net Sink 2030 agar kontribusi budaya dan mitigasi
perubahan iklim melalui pengelolaan hutan dan lahan yang berkelanjutan. Nilai ekologis
dalam budaya dimaksudkan sebagai bentuk efisiensi dan kearifan lokal dalam penggunaan
lahan. Pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan dengan menggunakan teknik
pengelolaan air yang tepat pada lahan gambut dengan membuat saluran air yang dapat
dimanfaatkan dengan tujuan pengendalian keberadaan air tanag sesuai dengan kebutuhan
tanaman. Penggunaan air secara tepat guna dimusim kering (kemarau) namun tidak
mengalami genangan pada musim hujan (kelebihan air). Pengelolaan restorasi lahan gambut
yang mengalami kerusakan serta memanfaatkan ketersediaan lahan gambut untuk
kepentingan perkebunan bagi masyarakat sekitar. Adapun dalam penelitian ini diharapkan
mampu memberikan edukasi terhadap masyarakat sekitar terkait keberlanjutan lahan gambut
dan pengendalian perubagan iklim secara global.

Published
2024-04-03